Thursday, May 24, 2012

Gudang Cerita 17 tahun Terbaru 2012/ 2013 - Vibrator Mini



                                   DOWNLOAD VIDEO 3GP TERBARU TERUS KE MOBILE

Tentu saja adik sepupuku terperangah melihatku yang hanya memakai celana dalam dan bra saja sambil duduk di depan komputerku. Perasaanku sendiri bercampur aduk antara malu, terkejut, namun ada sedikit rasa senang karena dari tatapan mata adik sepupuku, aku melihat kalau dia sangat tertarik dengan tubuhku. 

Aku mengetahui bahwa selama ini adik sepupuku ini tertarik pada diriku, namun aku sendiri tentu saja tidak menangggapinya sebab aku hanya menganggapnya sebagai adik laki-laki sendiri. Satu hal yang tidak terduga adalah kini dia melihat diriku yang setengah telanjang di depannya. 

“Maaf, kak.. Aku tadi mau pinjam flash disk kakak”, katanya dengan gugup sambil terus memandang tubuhku. “Iya, bentar ya. Kakak ambil dulu”, kataku dengan sedikit canggung pula. Aku bangkit dari kursi komputerku dan menuju ke meja tulisku dengan diiringi pandangan mata yang tidak terputus dari adik sepupuku. 

Tanpa terasa tubuhku agak gemetar selain karena rasa nikmat yang disebabkan getaran vibrator mini yang tertancap di dalam kemaluanku, baru kali ini aku dilihat dalam keadaan seperti ini oleh seorang laki-laki, namun anehnya aku tidak merasa ingin menutupi tubuhku dari pandangan mata adik sepupuku. Walaupun demikian, aku berharap kalau kabel mini vibrator yang menjuntai antara kemaluan dan pahaku tidak menjadi perhatian adik sepupuku ini. 

Namun dari pandangan matanya ke arah selangkanganku, sepertinya dia sudah tahu kalau aku memasukkan sesuatu ke dalam kemaluanku. Setelah mengambil flash disk yang terletak di atas meja tulisku, kuberikan kepada adik sepupuku dengan tangan yang sedikit gemetar. “Ini..”, kataku singkat sambil menyerahkan flash diskku. 

“Makasih, kak.. “, katanya. Kulihat tangannya juga agak gemetaran waktu menerimanya. “Tolong tutup pintunya lagi, ya..”, kataku. “Iya..”, katanya. Aku membalikkan tubuhku kembali menuju ke meja komputer untuk meneruskan kegiatan chattingku sementara pintu kamarku menutup di belakangku. 

Kali ini aku agak tidak konsentrasi terhadap kegiatanku ini. Kejadian yang barusan terjadi membayang-bayangiku. Tiba-tiba timbul perasaan yang ganjil dalm diriku yaitu keinginanku untuk dirayu dan dicumbu oleh adik sepupuku. Diam-diam aku berharap dia akan melakukan hubungan seks denganku. Tampang adik sepupuku tergolong tampan dan menjadi idola di sekolahnya. Dalam pikiranku waktu itu , aku merasa tidak terlalu buruk untuk melakukan hubungan seks sekali dua kali dengan dirinya. 

Pikiranku itu terus berkecamuk dalam kepalaku dan membuatku tidak berminat untuk meneruskan kegiatan chattingku lagi. Aku bangkit dari meja komputerku dan membaringku tubuhku yang masih terbalut bra dan celana dalam saja di atas tempat tidurku. 

Kunaikkan kekuatan getaran vibtaror miniku yang dari tadi menggetari lubang kemaluanku. Sensasi yang dihasilkan oleh getaran vibrator mini yang semakin kuat ini membuat diriku semakin terangsang. Aku mulai menyelinapkan tanganku ke balik braku dan meremas-remas kedua payudaraku sendiri sambil sesekali merangsang puting payudaraku. 

Setelah agak lama aku merangsang diriku sendiri, aku akhirnya merasakan orgasme yang sangat dasyat. Kedua tanganku meremas kedua payudaraku kuat-kuat sedangkan kakiku mengesek-gesek seprai tempat tidur sampai akhirnya aku merasakan orgasme dengan sempurna. Aku semakin tidak dapat menahan nafsu birahiku. Kulepaskan kaitan braku lalu kuloloskan tali bahunya melalui kedua lenganku. Kini kedua payudaraku menjadi terbuka dan leluasa untuk kumain-mainkan. 


Kumpulan cerita seks dewasa Indonesia terbaru 2012/2013 terus ke mobile













 Kuloloskan pula celana dalamku sehingga kali ini aku berada dalam keadaan telanjang bulat. Satu-satunya benda yang masih melekat di badanku adalah vibrator miniku yang dari tadi menancap di lubang kemaluanku. Kulepaskan panel kontrol vibrator miniku dari ikatan di pahaku dan mengatur getarannya semakin kuat. 

Kali ini aku merasakan semakin nikmat. Mataku setengah terpejam dan nafasku mendesah-desah karena menahan perasaan nikmat yang terus membanjiri tubuhku melalui lubang kemaluanku. Tubuhku menggeliat-geliat di atas tempat tidurku. Sesekali kedua tanganku meremas-remas payudaraku sendiri. 

Lama sekali aku merasakan kenikmatan ini. Beberapa orgasme kulalui dengan diiringi teriakan-teriakan kecil. Akhirnya aku mengambil panel kontrol vibrator miniku dan mematikan getarannya. Aku tetap berbaring di tempat tidur untuk menenangkan nafsu birahi dan nafasku yang memburu. 

Keringatku yang membasahi tubuhku kulap dengan selimut. Tidak sadar akhirnya aku jatuh tertidur dalam keadaan telanjang bulat sementara celana dalam dan braku berserakan di atas tempat tidur di sekitarku. Entah berapa lama aku tertidur, namun antara setengah sadar, aku merasakan ada seseorang yang membuka pintu kamarku. 

Sosok itu kemudian berjingkat-jingkat menghampiri diriku yang ada di atas tempat tidur dan duduk di sebelahku. Aku sendiri belum sepenuhnya sadar dari tidurku sehingga aku masih mengira kalau aku bermimpi. Sosok itu kemudian meletakan tangannya di atas dadaku dan mulai memain-mainkan payudaraku. Payudaraku dibelai-belai diremas-remas dengan lembut. Sesekali putingku dimain-mainkan. 

Bila aku melakukan sedikit gerakan, maka gerakan tangan sosok itu juga berhenti, sebaliknya jika aku diam, maka sosok itu kembali memain-mainkan kedua payudaraku. Setelah beberapa saat, sosok itu mengalihkan tangannya ke arah selangkanganku. Kurasakan jari-jarinya menyentuh kemaluanku dan kemudian memainkan biji itilku. 

Aku sendiri sangat menikmati perlakuan ini dan mulai mendesah-desah pelan. Terasa bahwa cairan kewanitaanku mengalir membasahi kemaluanku. Sesaat sosok itu menghentikan permainannya di kemaluanku, namun sewaktu melihat reaksiku tidak lebih dari mendesah-desah saja, maka sosok itu terus memainkan biji itil kemaluanku. 

Sambil memainkan biji itilku, kali ini sosok itu mendekatkan kepalanya ke arah dadaku dan menciumi kedua payudaraku. Secara tidak sadar, kedua tanganku merangkul kepalanya dan membelai-belai rambut sosok itu sambil menahan kepala itu agar tidak lepas dari kedua payudaraku. Birahiku kembali membara. Aku tidak peduli dengan identitas sosok itu. Aku hanya peduli sosok itu memberikan kenikmatan yang luar biasa bagiku. 

Merasakan reaksiku yang demikian, sosok itu semakin berani mencumbuku. Beberapa kali ciumannya diarahkan ke leher dan kemudian di bibirku. Saat bibir kami bertemu, aku membuka mataku dan melihat bahwa ternyata sosok itu adalah adik sepupuku sendiri. Dengan sedikit kaget, aku mendorong dirinya agar menjauh dariku. Kulihat dia juga sedang dalam keadaan telanjang bulat. Batang kejantanannya berdiri dengan gagahnya. Aku menjadi agak bernafsu juga pada saat melihatnya. 

“Kak, maafkan aku.. “, katanya dengan nada takut. Aku segera menguasai diriku dan menarik nafas lalu berkata dengan lembut, “Ngak apa-apa. Teruskan saja..” Sesaat dia terlihat agak ragu, namun segera saja kuraih kepalanya lalu kucium bibirnya. Melihat reaksiku yang demikian, adik sepupuku kembali meraih kedua payudaraku dan memainkannya kembali. 

Dengan sebelah tanganku, kuarahkan tangan kanannya ke arah selangkanganku sebagai tanda bahwa aku ingin dia memain-mainkan biji itil kemaluanku lagi. Kali ini adik sepupuku sudah tidak takut lagi, dia mulai mencumbuku dengan mesra. 

Beberapa saat lamanya kami bercumbu sebelum akhirnya dia melepaskan cumbuannya. “Kak, aku ingin mencium memekmu..”, katanya. “Lakukan apa saja yang kam mau. 

Ngak usah minta ijinku”, kataku. Adik sepupuku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur lalu membalikan tubuhnya di atasku sehingga kami berada dalam posisi 69. Aku mengerti keinginannya. Rupanya dia ingin batang kejantanannya dikulum olehku sementara dia sendiri menjilati kemaluanku. Kuraih batang kejantanannya dengan tanganku dan kumasukan ke dalam mulutku. 

Sesaat kemudian kurasakan bibir dan lidahnya mendarat di kemaluanku dan kami memulai permainan kami berikutnya. Jilatan demi jilatan terus kurasakan menjalari kemaluanku sembari memberikan rasa nikmat yang luar biasa sementara aku sendiri sibuk memainkan batang kejantanan adik sepupuku dengan mulutku. Setelah beberapa saat lamanya, kami melepaskan posisi kami. Aku tetap berbaring sementara adik sepupuku memutar badannya kembali menghadapkan wajahnya padaku. Birahiku membuatku kali ini meraih batang kejantanannya dan mengarahkannya ke lubang kemaluanku. 

Setelah kurasakan kepala batang kejantananya ada di depan lubang kemaluanku, aku berkata kepadanya, “Lakukanlah.. “ Dengan sebuah hentakan lembut pinggul adik sepupuku, batang kejantanannya menghujam masuk ke dalam lubang kemaluanku. Aku berteriak tertahan karena merasakan nikmatnya batang kejantanan adik sepupuku saat memasuki lubang kemaluanku. Adik sepupuku kemudian menggerak-gerakan pinggulnya untuk menusuk-nusuk lubang kemaluanku. Kami kembali berciuman dengan bibir kami sementara tangan kanan adik sepupuku menggerayangi payudara kiriku. 

Nikmat yang kali ini aku rasakan sungguh berbeda dengan menggunakan vibrator miniku. Ini adalah kenikamatan seks yang sejati. Aku mendesah-desah terus dengan nikmat. Keringat membanjiri tubuh kami. Sesekali adik sepupuku juga mendesah-desah. Pada saat mengalam orgasme, aku berteriak kecil sambil tanganku meremas lengan adik sepupuku. Setelah beberapa kali aku mengalami orgasme, kali ini adik sepupuku yang akan mengalami orgasme. 

“Kak, aku mau keluar..”, katanya terengah-engah karena masih terus menyetubuhiku. “Ngak apa-apa. Keluarkan aja. Kakak ngak lagi subur”, kataku pula sambil menahan rasa nikmat yang luar biasa. Tak lama kemudian, aku merasakan semprotan cairan sperma adik sepupuku di dalam lubang kemaluanku sementara adik sepupuku berteriak karena mencapai orgasme. Setelah itu, adik sepupuku terkulai lemas di atas tubuhku dan kupeluk sambil kubelai-belai rambutnya. “Enak ya ?”, tanyaku. 

“Enak sekali, kak..”, katanya. Setelah berbaring sebentar di atas tubuhku, adik sepupuku berhasil mengumpulkan sedikit kekuatannya lalu mencabut batang kejantanannya dari lubang kemaluanku. Cairan sperma yang masuk ke dalam rahimku kembali keluar sebagian melalui lubang kemaluanku. Dengan tanganku kutampung lelehan cairan sperma itu. Setelah itu, kemaluanku kuseka begitu saja dengan tanganku agar bersih dari cairan sperma. 

Cairan sperma yang ada di tanganku kemudian kumasukan ke dalam mulut dan kulijati jari-jari tanganku yang blepotan cairan sperma itu sampai bersih. Ternyata minum cairan sperma itu menyenangkan juga. Sementara aku melakukan itu, adik sepupuku telah kembali ke kamar tidurnya. Aku tidak peduli dengan hal itu. Aku merasa sangat capek dan sekali lagi jatuh tertidur dalam keadaan telanjang. 

Sejak hari itu, hubunganku dengan adik sepupuku dalam keseharian menjadi canggung, bahkan bisa dikatakan jarang bertegur sapa. Walaupun demikian, adik sepupuku masih sering kali masuk ke dalam kamarku hanya untuk melakukan hubungan seks denganku. Di luar kamar kami terasa asing, namun kami sangat dekat di atas tempat tidurku.

Gudang Download Video 3gp gratis Indonesia terbesar











Monday, February 21, 2011

Cerita 17Th Terbaru - Cerita Nani, gadisku dari kampung

Cerita 17Th Terbaru - Cerita Terbaru Nani, gadisku dari kampung : Baca terus di mobile Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri bekerja.
Lihat Foto Bokep Nani
Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan. Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.



Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.

Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh.., rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku.

Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya.

Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya.

Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda. "Eehh.. Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass.." Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.

Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.

Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, "Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat", kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, "Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?".
"He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?".
"Kenapa Nan.." tanyaku.
"Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat".
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan "terpaksa" aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampai-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam.

Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja.

Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan.., rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri "Eeehh.. mmaas eehh eegh enaak sayang ngg.., teruss, teruss.. gelii.. egghh eenaak" erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya.

Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.

Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. "Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,.. eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku..". Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.

Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik "A'aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya".

Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya "Mass.. he'eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re'eemas.. e'eenak eeh.. ehghhm.. yangg geli..". Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, "eeh, eehh.. eehh.. eehh.. eeheh.. eh". Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. "Mas.. tarik CD-ku dan lepaskan celanamu..", sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.

"Nin.. kenapa sih" tanyaku nakal, "Apanya.. Mas" sahutnya sambil senyum, "Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi". "Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli". "Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi" tanyaku, "Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm" akunya. "Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?" tanyaku penasaran. "Iiih.. Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong", sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. "Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak?" keingin-tahuannya besar juga. "Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh.. eh" dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya.

"Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?" sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku." Yah nikmat juga" tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. "Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja", sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. "Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?" tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, "Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam".

Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda "Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong". "Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang". Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata "Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng". Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya "Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh.. M eghhmm.. aduuh.. nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh.. eghh". Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. "Eeehh.. eennak.. aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh.. ehhehh" saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya.

Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik "aahhuughh huu.. hu.. egghh aduh.. eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass.. Mas.. eghh.. egh hhgeehh.. Mas." sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak "hehehggheh ahh.. ehhehh.. huhh.. mass.. aku.. akuu rasanya.. eghh" dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak "Mas masukkan Mas.. eeghheghh" dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. "Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam.. kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk".

Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. "Eehhgehhg.. teruss. teruss Mas.. maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass.." "ahhgg-agh.. Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm.. nikmat.. terus sedot" "Mass nikmat.. sekali nikmat.. dalam sekali. Aahh aduh.. hhaghhah Mass.., aku mau keluarr". "Aku juga Nan.. ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah". Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya "Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek" bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.

 
Akses di hp..bisa memek dan kontol basahh

Cerita Seks Terbaru
http://ceritaseks.prohost.mobi/

Cerita Dewasa Terbaru Indo
http://ceritadewasa.prohost.mobi/

Cerita Ngentot Indo 2011

http://ngentot.prohost.mobi/

Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.

Cerita Seks Melayu
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=298551

Cerita Cinta
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=278460

Cerita 18sx
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273285

Cerita Lucah
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273277

Cerpen Seks
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273274

Cerpen Ngentot
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273267

Cerpen 17 Tahun
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273263

Cerpen Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273245



Cerpen 17 tahun seru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273218

Kumpulan Cerita Mesum
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273216

Kumpulan Cerita Seks
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273207

Kumpulan Cerita Sedarah
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=273193

Cer ita Untuk Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=188126

Koleksi C erita Seks Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187566

Cerita Dewasa Terkini
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187527

Cerita Dewasa Terbaru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=187525

Cerita Khusus Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=121280

Kumpulan Cerita 17 tahun
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120693

Kumpulan Cerita Daun Muda
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=120668

Kumpulan Cerita Seru
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119576

Kumpulan Cerita Ngentot
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119569

Kumpulan Cerita Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=119561

Kumpulan Cerita Panas
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100994

Kumpulan Cerita Mesum
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100990


Kumpulan Cerita 17 Tahun

http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100819

Kumpulan Cerita Dewasa
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100794

Kumpulan Cerita Panas
http://mippin.com/mip/plus/list.jsp?&id=100784

Jangan Lupa Bookmark